Rabu, 12 Desember 2012

FONEM BAHASA INDONESIA


BAB III
FONEM BAHASA INDONESIA

3.1  Tujuan
            Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat:
a.       menjelaskan alat ucap manusia
b.      menjelaskan proses fonasi dalam bahasa Indonesia
c.       menjelaskan macam fonem dan klasifikasi fonem dalam bahasa Indonesia

3.2  Materi
A.    Alat Ucap  Manusia
Alat ucap manusia dapat digambarkan dalam  sebagai berikut.















                       


Keterangan gambar alat ucap manusia:
1.      bibir atas (labium)
2.      bibir bawah (labium)
3.      gigi atas (dental)
4.      gigi bawah (dental)
5.      gusi (alveolum)
6.      langit-langit keras (palatum)
7.      langit-langit lunak (velum)
8.      anak tekak (uvula)
9.      ujung lidah (apek)
10.  daun lidah
11.  depan lidah
12.  tengah lidah
13.  belakang lidah
14.  akar lidah
15.  faring
16.  rongga mulut
17.  rongga hidung
18.  epiglotis
19.  pita suara
20.  pangkal tenggorokan (laring)
21.  trakea

B.     Proses Fonasi
Terjadinya bunyi bahasa dimulai dengan proses pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui batang tenggorok ke pangkal tenggorok yang di dalamnya terdapat pita suara. Supaya udara bisa keluar, pita suara harus berada dalam posisi terbuka. Setelah melalui pita suara, udara melalui rongga mulut atau rongga hidung diteruskan ke udara bebas.
Kalau udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat hambatan apa-apa, maka tidak akan terdengar bunyi apa-apa, selain bunyi napas. Hambatan terhadap udara atau arus udara yang keluar dari paru-paru itu dapat terjadi mulai dari tempat yang paling dalam yaitu pita suara, sampai tempat paling luar yaitu bibir atas dan bawah.
Berkaitan dengan hambatan pita suara, ada empat macam posisi pita suara: (1) pita suara terbuka. Berarti tidak ada hambatan apa-apa sehingga tidak ada bunyi yang dihasilkan. (2) pita suara terbuka agak lebar; akan menghasilkan bunyi-bunyi tak bersuara  (voiceless) apabila arus udara itu diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung. (3) pita suara terbuka sedikit; akan menghasilkan bunyi bersuara (voice) apabila arus udara itu diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung. Disebut bunyi bersuara karena terjadi getaran pada pita suara ketika  arus udara melewatinya. (4) pita suara tertutup; akan terjadi bunyi hamzah atau glotal stop.
Sesudah melewati pita suara, tempat awal terjadinya bunyi bahasa, arus udara diteruskan ke alat-alat ucap tertentu yang terdapat di rongga mulut atau rongga hidung tempat bunyi bahasa tertentu akan dihasilkan. Tempat  bunyi bahasa dihasilkan disebut tempat artikulasi; proses terjadinya disebut proses artikulasi; dan alat yang digunakan disebut alat artikulasi atau artikulator.
Artikulator dibedakan artikulator aktif dan artikulator pasif. Artikulator aktif adalah alat ucap yang bergerak atau digerakkan. Misalnya bibir bawah, ujung lidah, dan daun lidah.  Sedangkan artikulator pasif adalah alat ucap yang tidak dapat bergerak atau yang didekati oleh artikulator aktif. Misalnya bibir atas, gigi atas, langit-langit keras. Keadaan, cara, atau posisi bertemunya artikulator aktif dan artikulator pasif disebut striktur.

C.     Klasifikasi Fonem
1.      Vokal
      Bunyi vokal adalah bunyi bahasa yang arus udaranya tidak mengalami halangan. Jenis vokal ditentukan oleh tiga faktor yaitu tinggi rendahnya posisi lidah, bagian lidah yang dinaikkan, dan bentuk bibir pada pembentukan vokal tersebut.


                              Depan                          Pusat                           Belakang


 

                              TB                   B         TB                   B         TB             B


 

      Tinggi                 i                                                                                     u
                                    I                                                                                 U


 

                                       e                                       «                                    o
             Tengah                 E                                                                         O                                                                  
                                                                           
                                                                                     a
                  Rendah                                                       



 

Keterangan:
      TB =  tak bundar
            B = bundar
            Contoh pemakaian vokal dalam bahasa Indonesia dapat dilihat pada contoh berikut.
1.      vokal /i/: ikan, indah, api, padi
2.      vokal /I/ : kering, piring, dering
3.      vokal /e/ : ekor, sate, tempe
4.      vokal /E/ : bebek, nenek,
5.      vokal /«/: emas, bandeng, tante
6.      vokal /a/: apa, papa, mama
7.      vokal /u/: unggas, ungu, pintu
8.      vokal /U/: sarung, burung, karung
9.      vokal /o/: obat, soto, toko
10.  vokal /O/: ongkos, tokoh, balon







2.  Diftong (vokal rangkap)
      Diftong merupakan vokal rangkap. 


 

i                                              u


 



                                         
                                               o
            a


 


Contoh:
a. /ai/ : balai, pantai
b. /au/ : kerbau, harimau
c.  /oi/ : sekoi, amboi

3.      Konsonan
Konsonan adalah bunyi ujaran yang arus udaranya mengalami hambatan ketika keluar dari paru-paru. Dalam pengujaran bunyi konsonan terdapat tiga faktor yang terlibat, yaitu keadaan pita suara, penyentuhan alat ucap yang satu dengan yang lain, dan cara alat ucap itu bersentuhan. Alat ucap yang bergerak untuk menghasilkan bunyi bahasa disebut sebagai artikulator aktif. Misalnya bibir bawah, gigi bawah, dan lidah. Daerah yang disentuh atau didekati disebut sebagai daerah artikulator. Misalnya bibir atas, gigi atas, gusi atas, langit-langit keras, langit-langit lunak, dan anak tekak.
Pemberian nama terhadap konsonan didasarkan pada artikulator yang bekerja. Misalnya labio- (bibir bawah), apiko- (ujung lidah), lamino-(daun lidah), dorso-(belakang lidah), radiko- (akar lidah), diikuti dengan daerah artikulasinya: --labial (bibir atas), -dental (gigi atas), -alveolar (gusi), -palatal (langit-langit keras), -velar (langit-langit lunak), dan –uvular (anak tekak).
Cara artikulator menyentuh atau mendekati daerah artikulasi dan bagaimana udara keluar dari mulut dinamakan cara artikulasi.  Berdasarkan cara artikulasinya, bunyi bahasa dibagi menjadi beberapa macam.  Bila udara dari paru-paru dihambat secara total, maka bunyi yang dihasilkan dengan cara artikulasi semacam itu dinamakan bunyi hambat. Bila arus udara melewati saluran bunyi yang sempit, maka akan terdengar bunyi desis. Bunyi demikian disebut bunyi frikatif. Bila ujung lidah bersentuhan dengan gusi dan udara keluar melalui samping lidah, maka bunyi yang dihasilkan disebut bunyi lateral. Kalau ujung lidah menyentuh tempat yang sama berulang-ulang, bunyi yang dihasilkan dinamakan bunyi getar (trill).
Konsonan dalam bahasa Indonesia dapat digambarkan dalam bagan berikut.

                                    
                            Daerah Artikulasi


   Cara Artikulasi

Bilaabial
Labiodental
Dental / Alveolar
Palatal
Velar
Glotal
Plosif / Stop
(Hambat)
tak bersuara
  p

 t

 k
   ?
Bersuara
  b

 d

 g

Afrikat
(Paduan)
Tak bersuara



 c


Bersuara



 j


Frikat
(Geseran)
Tak bersuara

 f
 s
š
 x
 H
Bersuara

  v
 z



Nasal (Sengauan)
Bersuara
   m

 n
 ñ
 N

Trill (Getar)
Bersuara


 r



Lateral (Sampingan)
Bersuara


 l



Semivokal
Bersuara
   w


 y



Berdasarkan posisi pita suara, konsonan dibedakan atas:
a.       konsonan bersuara; pita suara hanya terbuka sedikit sehingga terjadilah getaran pada pita suara. Misalnya: /b, d, g, c/.
b.      konsonan tidak bersuara; pita suara terbuka agak lebar sehingga tidak ada getaran pada pita suara. Misalnya: /k, p. t, s/.
            Berdasarkan tempat artikulasinya, konsonan dibedakan atas:
a.       bilabial; bibir atas merapat pada bibir bawah.
1)      bunyi oral; bunyi dikeluarkan melalui rongga mulut: /p, b/
2)      bunyi nasal;  bunyi dikeluarkan melalui rongga hidung: /m/
b.   labiodental; gigi bawah merapat pada bibir atas: /f, v/
c.   laminoalveolar; daun lidah menempel pada gusi: /t, d/
d.      dorsovelar; pangkal lidah dan langit-langit lunak: /k,g/
Berdasarkan cara artikulasinya, konsonan dibedakan atas:
a.       hambat (letupan, plosif, stop); artikulator menutup sepenuhnya aliran udara sehingga udara mampat di belakang tempat penutupan itu. Kemudian penutupan itu dibuka secara tiba-tiba sehingga terjadi letupan. /b, d, g, p, t, k/.
b.      geseran (frikatif): artikulator aktif mendekat artikulator pasif membentuk celah sempit sempit sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu. /f, s, z/
c.       paduan (afrikatif); gabungan antara hamb\at dan geseran. /c, j/
d.      sengauan (nasal); artikulator menghambat sepenuhnya aliran udara melalui mulut dan membiarkannya keluar melalui rongga hidung. /m, n, N/
e.       getaran (trill); artikulator aktif melakukan kontak beruntun dengan artikulator pasif sehingga getaran bunyi itu terjadi berulang-ulang. /r/
f.       sampingan (lateral); artikulator aktif menghambat aliran udara pada bagian tengah mulut, lalu membiarkan udara keluar melalui samping lidah. /l/
g.      hampiran (semivokal, aproksiman); artikulator aktif dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka seperti dalam pembentukan vokal tetapi tidak cukup sempit untuk menghasilkan konsonan geseran. /w, y/

4. Gugus Konsonan (kluster)
            Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu sebenarnya tidak mengenal adanya gugus konsonan. Dengan adanya pengaruh dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia ditemukan cukup banyak gugus konsonan.  Hal ini tentu saja memperkaya khasanah fonem bahasa Indonesia. Gugus konsonan dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
a.    /pl/            :  /pleno/,  /tapla?/
b.    /bl/            :  /blaNko/,  /gamblaN/
c.    /kl/            :  /klini?/,  /klasi?/
d.    /fl/                        :  /flamboyan/, /flu/
e.    /sl/             :  /slogan/
f     /pr/                        :  /pribadi/,  /s«mprot/
g.    /br/            :  /brahmana/, /ambru?/
h.    /tr/             :  /trag«di/,  /mitra/
i.    /dr/             :  /drama/,  /drastis/                                              
j.   /kr/              :  /krist«n/,  /akrap/
k.  /gr/              :  /gram/,  /grafi?/
l.  /fr/               :  /frustasi/, /diafragma/
m. /sr/             : /pasrah/
n.  /ps/              : /psikologi/, /pseudo/
o   /sw/             : /swasta/, /swalayan/
p   /sp/             : /spandU?/,  /sponsor/
q   /sk/             : /skala/,  /skema/
r.   /st/              : /stamina/,  /stasiun/
t .  /str/             : /strat«gi/,  /instrUksi/
u.  /spr/            : /sprei/
v.  /skr/            : /skripsi/, /manuskrip/
w  /skl/             : /sklerosis/








3.3  Rangkuman

            Fonem bahasa Indonesia diklasifikasikan atas vokal dan konsonan. Di samping itu terdapat juga diftong dan kluster. Vokal merupakan bunyi bahasa yang arus udaranya tidak mengalami hambatan. Vokal diklasifikasikan berdasarkan tinggi rendahnya posisi lidah, bagian lidah yang dinaikkan, dan bentuk bibir pada pembentukan vokal tersebut. Berdasarkan hal tersebut dibedakan vokal tinggi, tengah, rendah; vokal depan, pusat, dan belakang; vokal bundar dan tidak bundar.
Konsonan adalah bunyi ujaran yang arus udaranya mengalami hambatan ketika keluar dari paru-paru.  Berdasarkan cara artikulasinya, konsonan dibedakan atas konsonan plosif, afrikat, frikat, nasal. Trill, lateral, dan semivokal, sedangkan berdasarkan daerah artikulasinya konsonan dibedakan atas bilabial, labiodental, dental, velar, dan glotal. Selain vokal dan konsonan,  terdapat bentuk bunyi diftong (vokal rangkap) dan kluster (gugus konsonan).
  

3.4 Soal Latihan
Perintah: Jawablah dengan singkat dan jelas!
   Soal:
1.      Jelaskan bagaimana proses fonasi bunyi bahasa!
2.      Jelaskan perbedaan proses fonasi bunyi vokal dan konsonan!
3.      Berikan contoh penggunaan alofon berikut masing-masing 5 buah kata.
  1. /i/ - /I/
  2. /u/ - /U/
  3. /o/ - /O/
  4. /e/ - /E/ - /«/
4.      Apakah yang dimaksud dengan konsonan bersuara dan tidak bersuara? Berikan contoh!
5.      Berikan contoh pemakaian bunyi /p/ - /b/  dan /t/ - /d/  dalam pemakaian sehari-hari. Apakah yang Saudara temukan dari pemakaian kedua pasangan konsonan tersebut?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Read more: Menampilkan Koordinat Mouse di Halaman Blog | Mas Bugie [dot] com http://www.masbugie.com/2011/01/menampilkan-koordinat-mouse-di-halaman.html#ixzz2ErQJ3xw6